Rabu, 29 April 2009

45 hari nginap di Hotel

45 hari sudah menginap di salah satu hotel bonafide di kota Palembang. Hari-hari terakhir yang penuh dengan ketidaknyamanan, keraguan dan keresahan karena ketidakpastian payment, akhirnya berakhir juga kemarin. Kita terpaksa dengan inisiatif sendiri checkout tanpa pelunasan sewa kamar. Sungguh, kita hanya tidak ingin lebih menambah beban perusahaan lagi walaupun pada awalnya semua ini bukan ide kita.


Dengan wajah yang dipaksakan ceria kita menghadap recepcionist untuk segera melaksanakan tata cara checkout yang santun ^^, yang juga memasang tampang yang begitu bersahabat namun seakan berkata, “Nggak usah datang kembalilah kalau nggak sanggup bayar. Jangan banyak kali gaya kalian!” Ha ha, mungkin perasaanku saja…


45 hari menginap di hotel bagiku adalah sebuah record tersendiri yang nggak semua orang akan berkesempatan untuk mengalaminya karena bagi kebanyakan orang lebih baik nge-kost saja sebulan dua bulan daripada menghabiskan duit puluhan juta. Untunglah yang bayar adalah perusahaan walaupun akhirnya pembayarannya ngadat, efek krisis global, katanya…


Selama menginap mungkin para pegawai di hotel tersebut mengira kami adalah orang yang hebat karena sanggup menginap dalam waktu yang lama, memang hebat perusahaan kita ini ^^. Pelayanan begitu memuaskan, wajah-wajah tersenyum begitu ramah seperti hamba yang siap melayani rajanya, “Orang kaya, nih. Harus hormat…” mungkin begitu kata dalam hatinya.



Setiap pagi sarapan selalu di-service para pelayan dengan penuh pengabdian (tapi Cuma satu pelayan yang melekat dihati, manis sih orangnya, type gue banget). Tapi sebenarnya bila mereka jeli mereka akan tahu bahwa sebenarnya daku ini kere, kenapa? Karena snack & minuman di kulkas nggak pernah disentuh selama 45 hari!! Karena selama 45 hari nggak pernah ada pakaian kotor untuk di-laundry! Karena nggak pernah mencoba fasilitas-fasilitas hotel seperti Spa, Bar & Lounge, Restaurant, dll Karena semua hal-hal ini perlu pembayaran, dan jelas daku merasa sayang bila harus merogoh koceh mahal-mahal untuk hal-hal tersebut. Mending beli snack dan laundry diluar, prinsip hemat ala golongan menengah kebawah^^

Walaupun pada akhirnya harus checkout dengan menahan malu karena harus meninggalkan outstanding payment sewa kamar tapi secara pribadi aku berterimakasih kepada perusahaan tercinta ini karena telah memberikan sebuah pengalaman yang tidak semua orang akan bisa mengalaminya.Banyak hal yang tidak bisa diungkapkan. I hope this crisis will end, then our company will grow up, up and up again!


Do the best!

Read more...

Minggu, 26 April 2009

Sabar Adalah Siksa

Kehidupan ini penuh dengan siksa.

Kesabaran adalah sebuah siksa.

Meskipun orang berkata ’sabar adalah sukses’- bagiku "sabar adalah siksa’.

Why… semakin kamu sabar dalam hidup semakin kamu akan tetap berada dalam kondisi seperti itu-itu saja, kondisi yang mengusik emosi kamu!

Jangan mau pasrah dalam kondisi sulit bagimu.

Jadi kamu gak perlu bersabar lagi, lepaskan belenggu yang menindas kamu!

Bangkitlah!

Tunjukkan kalau kamu punya arti!!!

Read more...

Positive Thinking

Tuhan membuat aku lemah
agar aku selalu mengandalkan Dia

Tuhan membuat aku miskin
agar aku tidak sombong

Tuhan belum ngasi kendaraan pribadi
Agar aku malas keluyuran Ketempat-tempat maksiat
Agar aku gak gampang nyari cewe matre
Ntar susah kalo punya cewe disana sini
Naik angkot az bisa dapat cewe apalagi kalo naik Sedan

Tuhan membuat tampangku jelek
Agar aku gak jadi playboy
Udah jelek gini aza, pacar daku hampir tiga
Apalagi kalo ganteng…Rusak…rusak…

Kini aku mengerti mengapa Tuhan memberikanku banyak kekurangan
Yaitu Agar kelebihanku tidak membuatku jatuh kedalam dosa
Agar kekuranganku membatasi hasrat sesatku

Terimakasih Tuhan
Aku telah terlahir sebagai org miskin dan jelek,hik…hik…(sedih juga…)



Beginilah nasib jadi orang tak punya


Note: This article originally made by Satta Peranginangin

Read more...

Kamis, 23 April 2009

Walau belum gajian

Bagaimanakah kira-kira tampang kawan-kawan kita saat harus dituntut tetap bekerja walaupun sudah berbulan-bulan belum gajian? Jawabnya bisa dilihat pada gambar.



Tetap "kelihatan" semangat walaupun badai Katrina mengoyak semua kantong-kantong keuangan sehingga tak ada yang bersisa lagi. Harus tetap begitu demi tetap tegaknya perusahaan kita tercinta ini yang telah begitu banyak menggoreskan kenangan, menorehkan suka duka, dan tak jarang juga menitikkan air mata dihati.

Lalu bagaimana gaya mereka dilapangan walau tadi pagi hanya makan pake mi instan yang dimasak sendiri terus dibagi ramai-ramai? Lihat saja gambar.





Bahkan saat bermanuver dengan "resiko" pun mereka masih bisa tersenyum dan sempat bercanda.




Akhirnya team pulang saat hari sore menjelang malam. Di kantor (atau bisa disebut "mess" sementara) telah menanti tugas baru yaitu memasak makan malam buat makan beramai-ramai. Walaupun pada akhirnya data yang dibawa mesti "dipoles" juga dan harus aku "sulap" sedikit. Mungkin efek "belum gajian" berimbas juga sedikit pada ketelitian mengambil data, ya? ^^

Begitulah. Walau krisis global turut berimbas pada kantong-kantong kita bukan berarti krisis semangat juga harus ikut-ikutan tumbuh dalam diri kita. Karena pada saat-saat seperti ini, hidup-matinya perusahaan tergantung pada 'spirit' dalam diri kita untuk tidak mudah menyerah pada keadaan. Mari bersama kita bangkitkan perusahaan kita ini dari keterpurukan.

Do The Best!

Read more...

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP