Curhatku Tentang Renny
CURHATKU TENTANG RENNY
Sebuah cerpen karya Satta Peranginangin
Aku ingin menceritakan sebuah cerita. Ini adalah kisahku dengan seorang
perempuan yang pernah mengisi bagian kecil dari kisah panjang hidupku tapi
sangat membekas di hatiku. Kisah ini berawal saat aku melihat sebuah permintaan
pertemanan di facebook-ku. Setelah
aku buka ternyata seorang perempuan manis, namanya Renny, langsung saja aku approve. Aku buka-buka album fotonya,
ternyata memang cakep. Tapi aku tidak langsung menyapanya, biar tidak ada kesan
aku terlalu kegirangan telah di-add cewek
cantik. Jadi aku biarkan saja dulu. Entah dia punya taktik serupa atau enggak
tapi dia juga nggak mau menyapa duluan. Akhirnya kami diam-diaman selama
beberapa hari.
Sampai suatu ketika aku melihatnya sedang online, aku langsung
menyapanya. Awal percakapan kami agak ngalur ngidul tapi tetap nyambung.
Singkat kata singkat cerita akhirnya kami kopi darat alias ketemuan di dunia
nyata. Pertemuan pertama berjalan dengan lancar dan akrab. Lalu kami pun
semakin sering jalan berdua dan semakin kompak. Akhirnya aku tahu alasan kenapa
dia add facebook-ku yaitu karena komentar yang aku buat pada status facebook temanku yang kebetulan juga
temannya. Komentar yang aku buat itu ternyata membuatnya terkesan sehingga dia
penasaran untuk mengenalku dan akhirnya dia meminta pertemanan denganku di facebook.
Pada saat kami berteman itu ternyata dia sudah dekat dengan seorang lelaki,
sebutlah namanya Frengky, yang dia harapkan bisa berujung menjadi hubungan yang
serius suatu saat nanti. Tapi ternyata Frengky selama ini berbohong padanya,
dia sudah punya perempuan lain tapi tetap mendekati Renny. Sampai akhirnya
ketahuan semuanya dan hubungan mereka pun hancur. Aku selalu mengikuti
perkembangan hubungannya dengan Frengky, disaat kami sedang berdua aku selalu
menanyakan bagaimana sudah perkembangan kisah mereka sampai kisah mereka
benar-benar berakhir dan aku semakin masuk kedalam dunia Renny.
Tapi ada yang aneh dengan perasaanku setiap kali bersama dengan Renny.
Kadang aku terpesona kepadanya, kadang biasa saja, kadang aku berharap lebih,
kadang aku ingin berteman saja. Itulah yang menyebabkan perlakuanku kepada
Renny selalu terlihat main-main. Kadang dia pikir aku serius padahal enggak,
kadang dia pikir aku enggak serius padahal serius. Memang aku sadari aku selalu
kebanyakan bercanda saat berbicara dengannya, bahkan hal-hal yang menyangkut
perasaanku kepadanya juga selalu aku ungkapkan dengan main-main, misalnya saat
aku mengatakan kalau aku menyukainya dan aku ingin dia menjadi pacarku, aku
katakan dengan intonasi dan mimik wajah yang tidak serius. Itu yang membuat
Renny akhirnya menganggap semua ucapanku adalah hal yang tidak perlu dia
masukkan dan simpan dalam brankas hatinya.
Lalu pada suatu malam saat kami sedang makan malam berdua kami saling
menunjukkan foto mantan pacar kami masing-masing yang ada di Handphone. Kebetulan di Handphone ku
masih banyak tersimpan foto-fotoku bersama dengan mantan pacarku karena aku
memang belum lama putus dengan mantanku itu. Renny lama melihat-lihat foto-foto
itu tanpa berbicara apapun. Kulihat ekspresi wajah Renny seperti memikirkan
sesuatu. Lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku bahwa dari foto-foto itu dia
bisa tahu kalau aku sangat mencintai mantan pacarku itu. Aku tidak tahu apa
yang ada dipikirannya saat itu tapi setelah itu hubungan kami menjadi berubah.
Pada pertemuan kami setelah itu tiba-tiba dia mengatakan bahwa dia sudah
punya pacar. Antara percaya dan tidak percaya aku mendengarnya. Tapi anehnya
kami masih sering bertemu dan jalan berdua. Dan setiap kali aku mengucapkan
kata-kata gombal merayunya, dia selalu mengatakan kalau dia sudah punya pacar
dan tidak baik kalau aku merayu pacar orang. Sangkin penasarannya dengan
statusnya yang nggak jelas akhirnya suatu saat aku menanyainya dengan serius.
Lalu katanya pacarnya ada di luar provinsi, bekerja di perkebunan, namanya
Stephen. Yang aku heran adalah, kapan dia jadian dengan Stephen? Sedangkan
setahuku saat aku berkenalan dengan Renny, dia masih berhubungan dengan Frengky
walaupun hubungan mereka sudah diambang kepunahan. Lalu setelah benar-benar putus
dengan Frengky, yang kutahu diriku adalah laki-laki yang paling dekat
dengannya. Jadi kapan dia jadian dengan
Stephen?
Dan yang lebih mengejutkanku tak lama kemudian dia sudah mengatakan rencana
tanggal pernikahannya dengan Stephen. Dia malah mengundangku dan aku disuruh
harus datang di acara pernikahannya. Sesak rasanya di dadaku mendengarnya,
padahal selama ini aku tidak begitu merasakan hal yang spesial mengenai
perasaanku kepadanya. Mungkin sosoknya kuanggap hanya sebagai pelarian dari
rasa sepiku setelah putus dengan mantan pacarku sebelumnya. Itulah sebabnya
setiap kali aku ngobrol dengannya selalu dengan bercanda dan main-main. Tapi
kini setelah tahu aku akan benar-benar kehilangan dia tiba-tiba hancur
perasaanku, aku merasa sangat kehilangan sekali. Ternyata benar pepatah yang
mengatakan bahwa sesuatu itu akan terasa sangat berharga ketika kita sudah
kehilangannya. Aku jadi teringat dengan seseorang yang pernah dekat denganku
dan dia kuperlakukan dengan tidak serius hingga akhirnya dia memilih menikah
dengan laki-laki lain, laki-laki yang berani berkomitmen dengannya. Sepertinya
kejadian saat itu terulang lagi pada saat ini. Dan hatiku kembali hancur
setelah aku kehilangannya.
Aku masih jalan beberapa kali dengan Renny sebelum pernikahannya. Aku menikmati
momen-momen terakhirku bersamanya, berusaha menyimpan dia dalam kenanganku. Dia
akhirnya tahu tentang perasaanku yang sesungguhnya setelah pertemuan kami
beberapa kali ini. Lalu dia tertawa dan seolah mengejek kepadaku, dia bilang
lain kali kalau suka sama perempuan agar langsung ditembak, diutarakan perasaan
yang ada, jangan malah dimain-mainin. Aku hanya tertawa mendengarnya. Aku tidak
menampik sih, karena kuakui bukan dia perempuan satu-satunya yang kuperlakukan senasib
dengannya saat berhubungan denganku.
Akhirnya aku tahu dia jadian dengan Stephen ketika kami masih sering jalan
berdua. Stephen serius ingin melamarnya, itu yang membuat dia memilih Stephen
daripada diriku yang belum jelas akan berakhir bagaimana nantinya. Katanya aku
tak pernah menganggap dia lebih dari seorang teman, walau selama apapun dia
menunggu aku, aku takkan pernah menaikkan status pertemanan itu ke arah yang
lebih serius. Paling hebat pun aku hanya akan menganggapnya sebagai adik saja.
Mungkin yang dia katakan itu benar, karena justru setelah aku merasa tidak akan
bisa bersama dia lagi baru aku merasakan penyesalan yang dalam, dulu saat
banyak kesempatan bersama aku tidak pernah serius menanggapi sinyal-sinyal yang
dia berikan.
Kini aku hanya tersenyum memandang dia bersanding di pelaminan. Dia tampak
cantik dan senyumnya yang indah itu berkali-kali ditebarkannya seolah ingin
membagi kebahagiaan yang dia rasakan itu kepada semua orang. Dia menyalamiku
dan memperkenalkannya kepada suaminya. Dia juga sambil tertawa berkata kepadaku
agar aku jangan menangis melihatnya menikah. Aku tertawa mendengarnya. Aku
tidak akan menangis kok, aku gembira melihat kebahagiaanmu itu, aku lega
akhirnya kamu bisa berada di sisi seseorang yang lebih baik dariku dalam
memperlakukanmu. Aku bahagia kok Renny. Kamu juga bahagia bersamanya ya.
Selamat menempuh hidup baru Ren... :-)
Didedikasikan buat seseorang yang keceriaannya membuatku sadar masih banyak orang menyenangkan di dunia ini dengan karakter dan sifat yang berbeda yang bisa membahagiakan/melukai dengan caranya masing-masing :)
Medan, 4 April 2014






0 komentar:
Posting Komentar