Sabtu, 05 April 2014

Curhatku Tentang Renny

CURHATKU TENTANG RENNY


Sebuah cerpen karya Satta Peranginangin


Aku ingin menceritakan sebuah cerita. Ini adalah kisahku dengan seorang perempuan yang pernah mengisi bagian kecil dari kisah panjang hidupku tapi sangat membekas di hatiku. Kisah ini berawal saat aku melihat sebuah permintaan pertemanan di facebook-ku. Setelah aku buka ternyata seorang perempuan manis, namanya Renny, langsung saja aku approve. Aku buka-buka album fotonya, ternyata memang cakep. Tapi aku tidak langsung menyapanya, biar tidak ada kesan aku terlalu kegirangan telah di-add cewek cantik. Jadi aku biarkan saja dulu. Entah dia punya taktik serupa atau enggak tapi dia juga nggak mau menyapa duluan. Akhirnya kami diam-diaman selama beberapa hari.

Sampai suatu ketika aku melihatnya sedang online, aku langsung menyapanya. Awal percakapan kami agak ngalur ngidul tapi tetap nyambung. Singkat kata singkat cerita akhirnya kami kopi darat alias ketemuan di dunia nyata. Pertemuan pertama berjalan dengan lancar dan akrab. Lalu kami pun semakin sering jalan berdua dan semakin kompak. Akhirnya aku tahu alasan kenapa dia add facebook-ku yaitu karena komentar yang aku buat pada status facebook temanku yang kebetulan juga temannya. Komentar yang aku buat itu ternyata membuatnya terkesan sehingga dia penasaran untuk mengenalku dan akhirnya dia meminta pertemanan denganku di facebook.

Pada saat kami berteman itu ternyata dia sudah dekat dengan seorang lelaki, sebutlah namanya Frengky, yang dia harapkan bisa berujung menjadi hubungan yang serius suatu saat nanti. Tapi ternyata Frengky selama ini berbohong padanya, dia sudah punya perempuan lain tapi tetap mendekati Renny. Sampai akhirnya ketahuan semuanya dan hubungan mereka pun hancur. Aku selalu mengikuti perkembangan hubungannya dengan Frengky, disaat kami sedang berdua aku selalu menanyakan bagaimana sudah perkembangan kisah mereka sampai kisah mereka benar-benar berakhir dan aku semakin masuk kedalam dunia Renny.

Tapi ada yang aneh dengan perasaanku setiap kali bersama dengan Renny. Kadang aku terpesona kepadanya, kadang biasa saja, kadang aku berharap lebih, kadang aku ingin berteman saja. Itulah yang menyebabkan perlakuanku kepada Renny selalu terlihat main-main. Kadang dia pikir aku serius padahal enggak, kadang dia pikir aku enggak serius padahal serius. Memang aku sadari aku selalu kebanyakan bercanda saat berbicara dengannya, bahkan hal-hal yang menyangkut perasaanku kepadanya juga selalu aku ungkapkan dengan main-main, misalnya saat aku mengatakan kalau aku menyukainya dan aku ingin dia menjadi pacarku, aku katakan dengan intonasi dan mimik wajah yang tidak serius. Itu yang membuat Renny akhirnya menganggap semua ucapanku adalah hal yang tidak perlu dia masukkan dan simpan dalam brankas hatinya.

Lalu pada suatu malam saat kami sedang makan malam berdua kami saling menunjukkan foto mantan pacar kami masing-masing yang ada di Handphone. Kebetulan di Handphone ku masih banyak tersimpan foto-fotoku bersama dengan mantan pacarku karena aku memang belum lama putus dengan mantanku itu. Renny lama melihat-lihat foto-foto itu tanpa berbicara apapun. Kulihat ekspresi wajah Renny seperti memikirkan sesuatu. Lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku bahwa dari foto-foto itu dia bisa tahu kalau aku sangat mencintai mantan pacarku itu. Aku tidak tahu apa yang ada dipikirannya saat itu tapi setelah itu hubungan kami menjadi berubah.

Pada pertemuan kami setelah itu tiba-tiba dia mengatakan bahwa dia sudah punya pacar. Antara percaya dan tidak percaya aku mendengarnya. Tapi anehnya kami masih sering bertemu dan jalan berdua. Dan setiap kali aku mengucapkan kata-kata gombal merayunya, dia selalu mengatakan kalau dia sudah punya pacar dan tidak baik kalau aku merayu pacar orang. Sangkin penasarannya dengan statusnya yang nggak jelas akhirnya suatu saat aku menanyainya dengan serius. Lalu katanya pacarnya ada di luar provinsi, bekerja di perkebunan, namanya Stephen. Yang aku heran adalah, kapan dia jadian dengan Stephen? Sedangkan setahuku saat aku berkenalan dengan Renny, dia masih berhubungan dengan Frengky walaupun hubungan mereka sudah diambang kepunahan. Lalu setelah benar-benar putus dengan Frengky, yang kutahu diriku adalah laki-laki yang paling dekat dengannya. Jadi  kapan dia jadian dengan Stephen?

Dan yang lebih mengejutkanku tak lama kemudian dia sudah mengatakan rencana tanggal pernikahannya dengan Stephen. Dia malah mengundangku dan aku disuruh harus datang di acara pernikahannya. Sesak rasanya di dadaku mendengarnya, padahal selama ini aku tidak begitu merasakan hal yang spesial mengenai perasaanku kepadanya. Mungkin sosoknya kuanggap hanya sebagai pelarian dari rasa sepiku setelah putus dengan mantan pacarku sebelumnya. Itulah sebabnya setiap kali aku ngobrol dengannya selalu dengan bercanda dan main-main. Tapi kini setelah tahu aku akan benar-benar kehilangan dia tiba-tiba hancur perasaanku, aku merasa sangat kehilangan sekali. Ternyata benar pepatah yang mengatakan bahwa sesuatu itu akan terasa sangat berharga ketika kita sudah kehilangannya. Aku jadi teringat dengan seseorang yang pernah dekat denganku dan dia kuperlakukan dengan tidak serius hingga akhirnya dia memilih menikah dengan laki-laki lain, laki-laki yang berani berkomitmen dengannya. Sepertinya kejadian saat itu terulang lagi pada saat ini. Dan hatiku kembali hancur setelah aku kehilangannya.

Aku masih jalan beberapa kali dengan Renny sebelum pernikahannya. Aku menikmati momen-momen terakhirku bersamanya, berusaha menyimpan dia dalam kenanganku. Dia akhirnya tahu tentang perasaanku yang sesungguhnya setelah pertemuan kami beberapa kali ini. Lalu dia tertawa dan seolah mengejek kepadaku, dia bilang lain kali kalau suka sama perempuan agar langsung ditembak, diutarakan perasaan yang ada, jangan malah dimain-mainin. Aku hanya tertawa mendengarnya. Aku tidak menampik sih, karena kuakui bukan dia perempuan satu-satunya yang kuperlakukan senasib dengannya saat berhubungan denganku.

Akhirnya aku tahu dia jadian dengan Stephen ketika kami masih sering jalan berdua. Stephen serius ingin melamarnya, itu yang membuat dia memilih Stephen daripada diriku yang belum jelas akan berakhir bagaimana nantinya. Katanya aku tak pernah menganggap dia lebih dari seorang teman, walau selama apapun dia menunggu aku, aku takkan pernah menaikkan status pertemanan itu ke arah yang lebih serius. Paling hebat pun aku hanya akan menganggapnya sebagai adik saja. Mungkin yang dia katakan itu benar, karena justru setelah aku merasa tidak akan bisa bersama dia lagi baru aku merasakan penyesalan yang dalam, dulu saat banyak kesempatan bersama aku tidak pernah serius menanggapi sinyal-sinyal yang dia berikan.

Kini aku hanya tersenyum memandang dia bersanding di pelaminan. Dia tampak cantik dan senyumnya yang indah itu berkali-kali ditebarkannya seolah ingin membagi kebahagiaan yang dia rasakan itu kepada semua orang. Dia menyalamiku dan memperkenalkannya kepada suaminya. Dia juga sambil tertawa berkata kepadaku agar aku jangan menangis melihatnya menikah. Aku tertawa mendengarnya. Aku tidak akan menangis kok, aku gembira melihat kebahagiaanmu itu, aku lega akhirnya kamu bisa berada di sisi seseorang yang lebih baik dariku dalam memperlakukanmu. Aku bahagia kok Renny. Kamu juga bahagia bersamanya ya. Selamat menempuh hidup baru Ren...  :-)



Didedikasikan buat seseorang yang keceriaannya membuatku sadar masih banyak orang menyenangkan di dunia ini dengan karakter dan sifat yang berbeda yang bisa membahagiakan/melukai dengan caranya masing-masing :)

Medan, 4 April 2014



0 komentar:

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP